×

Bagaimana Olahraga Bobsleigh Masuk ke Olimpiade Musim Dingin

bagaimana-olahraga-bobsleigh-masuk-ke-olimpiade-musim-dingin

Bagaimana Olahraga Bobsleigh Masuk ke Olimpiade Musim Dingin

Bagaimana Olahraga Bobsleigh Masuk ke Olimpiade Musim Dingin. Bobsleigh, olahraga musim dingin yang penuh kecepatan dan adrenalin, kini menjadi salah satu cabang paling dinanti di Olimpiade Musim Dingin. Atlet meluncur di lintasan es sempit dengan kecepatan lebih dari 130 km/jam hanya dalam kereta luncur yang terlihat sederhana. Tapi tahukah kamu bahwa bobsleigh sebenarnya lahir dari ide iseng para wisatawan kaya di pegunungan Alpen Swiss pada akhir abad ke-19? Dari situ, olahraga ini berkembang cepat hingga akhirnya menjadi bagian tetap pesta olahraga musim dingin terbesar di dunia. BERITA BASKET

Awal Mula dari Resort Mewah di Swiss: Bagaimana Olahraga Bobsleigh Masuk ke Olimpiade Musim Dingin

Semua bermula di St. Moritz, Swiss, sekitar tahun 1860–1880-an. Para turis Inggris dan Eropa yang berlibur di sana bosan dengan kegiatan biasa seperti ski biasa atau naik kereta kuda. Mereka mulai menggabungkan beberapa toboggan (kereta luncur kayu tradisional) dan menambahkan kemudi sederhana serta rem. Mereka meluncur dari bukit menuju desa dengan kecepatan tinggi, sering mendarat di bar hotel sambil tertawa-tawa. Pada 1884, perlombaan antar “bobsleigh” pertama diadakan di jalan menuju St. Moritz. Nama “bobsleigh” sendiri konon berasal dari gerakan “bobbing” (menggoyang-goyang badan) yang dilakukan awak untuk menikung agar lebih cepat.

Klub bobsleigh pertama resmi berdiri di St. Moritz tahun 1897, dan lintasan es buatan pertama di dunia dibangun di sana pada 1904. Lintasan ini masih dipakai sampai sekarang untuk kejuaraan dunia.

Masuknya ke Olimpiade: 1924 dan Drama Awal: Bagaimana Olahraga Bobsleigh Masuk ke Olimpiade Musim Dingin

Olimpiade Musim Dingin pertama digelar di Chamonix, Prancis, tahun 1924 (saat itu masih disebut “International Winter Sports Week”, baru resmi jadi Olimpiade dua tahun kemudian). Bobsleigh langsung masuk sebagai cabang resmi dengan nomor bobsleigh empat orang putra. Tim Swiss memenangkan emas, disusul Inggris dan Belgia. Uniknya, ada juga nomor bobsleigh lima orang di edisi itu karena beberapa negara masih memakai kereta luncur lama yang muat lebih banyak orang.

Empat tahun kemudian di St. Moritz 1928, nomor lima orang dihapus dan diganti permanen menjadi empat orang dan dua orang (bob dua). Sejak itu, format ini bertahan lama. Namun, bobsleigh sempat absen di Olimpiade 1960 di Squaw Valley, Amerika Serikat, karena panitia kesulitan membangun lintasan es buatan yang mahal—hanya sembilan negara yang berminat ikut, akhirnya cabang ini ditiadakan satu edisi.

Perkembangan Modern dan Masuknya Atlet Putri

Selama puluhan tahun, bobsleigh didominasi atlet pria dari Eropa dan Amerika Utara. Baru pada Olimpiade Salt Lake City 2002, cabang bobsleigh dua orang putri resmi diperkenalkan setelah perjuangan panjang dari para atlet wanita. Debutnya langsung sensasional: Vonetta Flowers dari Amerika Serikat menjadi wanita kulit hitam pertama yang meraih medali emas Olimpiade Musim Dingin.

Sejak 2014, nomor monobob putri (satu orang) mulai diujicobakan di Youth Olympic Games, dan akhirnya masuk kalender Olimpiade pada Beijing 2022. Kini total ada empat nomor emas bobsleigh: dua orang putra, empat orang putra, dua orang putri, dan monobob putri.

Kesimpulan

Dari permainan iseng para turis kaya di Alpen Swiss pada akhir abad ke-19 hingga menjadi salah satu cabang paling mendebarkan di Olimpiade Musim Dingin, perjalanan bobsleigh penuh liku tapi konsisten. Olahraga yang menggabungkan kecepatan ekstrem, kerja sama tim, dan teknologi lintasan es buatan ini berhasil bertahan lebih dari satu abad dan terus berkembang dengan masuknya atlet putri serta inovasi nomor baru. Di Olimpiade Milano-Cortina 2026 mendatang, bobsleigh dipastikan tetap jadi salah satu magnet utama yang membuat penonton menahan napas setiap detiknya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment