×

Latihan Fisik Wheelchair Rugby untuk Daya Tahan

latihan-fisik-wheelchair-rugby-untuk-daya-tahan

Latihan Fisik Wheelchair Rugby untuk Daya Tahan

Latihan Fisik Wheelchair Rugby untuk Daya Tahan. Daya tahan menjadi faktor krusial dalam wheelchair rugby, olahraga kursi roda yang intens dengan pertandingan berlangsung empat kuarter 8 menit penuh kontak dan sprint berulang. Atlet perlu stamina tinggi untuk mempertahankan kecepatan, kekuatan dorong kursi, dan konsentrasi hingga akhir. Latihan fisik khusus daya tahan membantu atlet dengan disabilitas, terutama tetraplegia, meningkatkan kapasitas aerobik dan anaerobik tanpa membebani tubuh berlebih. Program latihan yang terarah tidak hanya tingkatkan performa di lapangan, tapi juga dukung kesehatan jangka panjang seperti fungsi pernapasan dan kardiovaskular. Dengan rutinitas yang konsisten, atlet bisa bermain lebih lama dan lebih kuat, bahkan di kompetisi level tinggi seperti Paralimpiade. INFO CASINO

Latihan Kardio dan Interval di Kursi Roda: Latihan Fisik Wheelchair Rugby untuk Daya Tahan

Latihan kardio dasar fokus pada dorong kursi roda jarak jauh dengan intensitas sedang. Atlet bisa lakukan push kontinu selama 20-40 menit di lapangan atau treadmill khusus kursi roda, targetkan detak jantung 60-70% maksimal untuk bangun basis aerobik. Ini tingkatkan efisiensi oksigen dan daya tahan otot bahu serta lengan yang terus bekerja saat pertandingan.

Interval training lebih spesifik simulasi permainan: sprint cepat 30-60 detik diikuti recovery lambat 1-2 menit, ulangi 8-12 kali. Variasi seperti 10 detik all-out push mirip carrying bola saat serangan, lalu istirahat aktif. Latihan ini tingkatkan kapasitas anaerobik, sehingga atlet tetap eksplosif di kuarter akhir. Pemula mulai dengan interval pendek, atlet berpengalaman tambah resistansi atau incline untuk intensitas lebih tinggi. Kardio dan interval ini jadi fondasi utama, dilakukan 3-4 kali seminggu.

Latihan Kekuatan Otot Bagian Atas: Latihan Fisik Wheelchair Rugby untuk Daya Tahan

Kekuatan otot bahu, dada, trisep, dan trunk sangat penting untuk dorong kursi berkelanjutan. Latihan resistance seperti push rim pull dengan band atau medicine ball throw melatih daya ledak sekaligus endurance. Chest press atau shoulder press dengan beban ringan tapi repetisi tinggi (15-20 kali per set) bangun ketahanan otot tanpa cepat lelah.

Plank variasi, termasuk forearm plank atau dynamic plank dengan gerak kecil, perkuat trunk stability yang krusial saat tabrakan. Russian twists atau seated twists tingkatkan rotasi torso untuk manuver cepat. Lakukan circuit training: gabung beberapa latihan dengan istirahat singkat, 3-4 putaran. Kekuatan ini dukung dorong kursi lebih efisien, kurangi risiko kelelahan dini selama rally panjang.

Latihan Spesifik Lapangan dan Pemulihan

Drill spesifik wheelchair rugby paling efektif tingkatkan daya tahan dalam konteks permainan. Misalnya, full court push berulang dengan carrying bola simulasi, atau defense drill trapping lawan selama beberapa menit nonstop. Small-sided game 3v3 atau 4v4 dengan waktu lebih panjang latih stamina tim secara realistis.

Pemulihan aktif tak kalah penting: cool down dengan push lambat, stretching bahu dan punggung, serta pernapasan dalam untuk pulihkan detak jantung. Hidrasi dan nutrisi karbohidrat-protein setelah latihan dukung recovery otot. Pantau tanda overtraining seperti nyeri bahu kronis, dan beri hari istirahat penuh minimal 1-2 kali seminggu. Kombinasi drill lapangan dengan pemulihan tepat buat daya tahan meningkat tanpa risiko cedera berlebih.

Kesimpulan

Latihan fisik daya tahan untuk wheelchair rugby, melalui kardio interval, kekuatan otot atas, dan drill spesifik, beri atlet stamina kuat untuk hadapi intensitas pertandingan penuh. Rutinitas ini tidak hanya naikkan performa, tapi juga perbaiki kesehatan kardiorespirasi dan kurangi komplikasi jangka panjang bagi atlet disabilitas. Dengan pendekatan bertahap dan perhatian pada pemulihan, hasil terasa dalam beberapa bulan: dorong kursi lebih lama, recovery lebih cepat, dan dominasi di lapangan lebih lama. Wheelchair rugby ajarkan bahwa daya tahan bisa dilatih keras, ubah keterbatasan jadi kekuatan kompetitif sejati.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment