Tips Menghemat Energi Saat Ski di Kompetisi Biathlon
Tips Menghemat Energi Saat Ski di Kompetisi Biathlon. Di biathlon, energi adalah mata uang paling berharga. Ski 10-20 km dengan intensitas 90-95 % maksimal, lalu harus tembak akurat saat napas tersengal—kalau boros di lintasan, tembakan pasti kacau. Atlet elite seperti Johannes Thingnes Bø, Sturla Holm Lægreid, dan Julia Simon bisa hemat 8-15 % energi dibanding rival hanya dengan teknik kecil yang tepat. Musim 2025/2026, penghematan energi jadi lebih krusial karena cuaca ekstrem dan trek yang semakin berat. Berikut tips paling efektif yang sudah terbukti di level dunia—bukan teori, tapi resep langsung dari pelatih Norwegia dan Prancis. BERITA VOLI
Gear 2 adalah Raja di 80 % Lintasan: Tips Menghemat Energi Saat Ski di Kompetisi Biathlon
Pemula sering pakai Gear 3 (one-skate) hampir sepanjang lomba—boros tenaga, laktat cepat naik. Atlet elite pakai Gear 2 (offset/V2 alternate) di hampir semua tanjakan dan 60-70 % lintasan datar.
- Gear 2 hemat 10-12 % energi dibanding Gear 3 di tanjakan 4-8 %.
- Ritme tinggi (90-100 langkah/menit) dengan dorongan pole kuat dan glide panjang. Bø dan Lægreid bahkan pakai Gear 2 di tanjakan 10-12 % kalau trek pendek—hasilnya masuk range dengan detak jantung 8-12 bpm lebih rendah.
Body Position Rendah + Timing Pole Plant: Tips Menghemat Energi Saat Ski di Kompetisi Biathlon
- Turunkan pinggul 5-8 cm lebih rendah dari posisi normal—kurangi drag udara 6-8 %, hemat 3-6 detik per km di datar.
- Pole plant tepat di bawah bahu, bukan di depan—bikin dorongan lebih efisien dan kurangi beban bahu 15 %.
- Di downhill, “egg position” (tuck super rendah, tangan di lutut) bisa hemat 8-12 detik di lintasan 500 m turunan. Prancis ukur dengan wind tunnel 2024: posisi rendah + pole plant tepat hemat total 30-45 detik di sprint 10 km.
Negative Split + Recovery Micro-Breaks
Start 88-90 % usaha, lap terakhir 97-100 %.
- Lap 1 terasa “terlalu lambat”—trik Bø sejak 2018.
- Di datar panjang atau downhill ringan, pakai “active recovery”: Gear 3 dengan ritme santai 10-15 detik untuk bersihkan laktat.
- Sebelum masuk range 100 m, kurangi intensitas 5-8 detik—detak jantung turun 10-15 bpm, tembakan lebih stabil. Data 2025 tunjukkan 9 dari 10 pemenang sprint/pursuit punya lap terakhir paling cepat.
Kesimpulan
Menghemat energi di biathlon bukan soal lari pelan, tapi lari pintar: Gear 2 dominan, body position rendah, pole plant tepat, negative split, dan micro-recovery. Dengan tips ini, atlet elite hemat 8-15 % energi—cukup untuk 20-40 detik di sprint atau 2-3 tembakan lebih akurat. Di level dunia, yang menang bukan yang paling kuat di awal, tapi yang masih punya “bensin” di range terakhir. Terapkan mulai latihan besok—dan lomba berikutnya, lawan akan kaget kenapa kamu masih segar saat mereka sudah habis. Energy saved is energy earned!



Post Comment