×

Jordi Alba: Lamine Yamal Tak Bisa di Bandingkan Messi

Messi dan Yamal

Jordi Alba: Lamine Yamal Tak Bisa di Bandingkan Messi

Jordi Alba: Lamine Yamal Tak Bisa di Bandingkan Messi. Dalam dunia sepak bola yang penuh hype, perbandingan antara Lamine Yamal dan Lionel Messi jadi topik panas sejak wonderkid Barcelona itu debut di usia 15 tahun. Tapi mantan bek kiri Barca, Jordi Alba, yang bermain bareng Messi selama satu dekade, angkat bicara tegas di acara radio El Larguero pada 19 November 2025. “Tak ada perbandingan sama sekali,” katanya sambil tertawa, saat ditanya soal Yamal sebagai “penerus Messi”. Alba, kini di Inter Miami bareng Messi, puji Yamal sebagai pemain luar biasa tapi tekankan Messi tak tertandingi. Pernyataan ini datang pasca Yamal cetak gol krusial lawan Real Sociedad di La Liga akhir pekan lalu, bikin berita olahraga golnya musim ini tembus 5 dari 13 laga. Di tengah euforia Barca yang lagi on fire di bawah Hansi Flick, apa maksud Alba? Ini bukan kritik, tapi pengingat agar Yamal berkembang bebas tanpa beban legenda.

Latar Belakang Perbandingan Messi dan Yamal

Lamine Yamal, lahir 2007 di Barcelona dari orang tua Maroko dan Guinea Khatulistiwa, masuk akademi La Masia sejak usia 7 tahun. Debutnya di tim utama Mei 2023 lawan Mallorca langsung bikin gempar—ia jadi pemain termuda kedua yang main di La Liga, cuma kalah dari Messi. Musim 2024-2025, Yamal jadi andalan Flick: 5 gol, 7 assist di semua kompetisi, termasuk gol penentu di UCL lawan Monaco. Di Euro 2024, ia cetak gol penalti krusial buat Spanyol juara, bikin namanya meledak global.

Tak heran, perbandingan dengan Messi muncul. Keduanya kidal, main di sayap kanan, dan punya visi passing luar biasa. Messi debut di usia 17 tahun 2004, cetak gol pertama lawan Albacete—mirip Yamal yang gol perdananya lawan Granada. Bahkan Adidas, sponsor Yamal, pakai video Messi buat tarik dia tandatangan kontrak 2024. Tapi Yamal sendiri tolak bandingan itu. Di konferensi pers April 2025 jelang semifinal UCL lawan Inter, ia bilang: “Saya tak mau dibandingkan dengan siapa pun, apalagi Messi. Dia yang terbaik di dunia.” Pernyataan Alba ini seperti dukungan buat Yamal, hindari tekanan yang bisa bikin bakatnya terhambat.

Pernyataan Alba: Tak Ada Rival untuk Messi dan Lamine Yamal

 Alba, yang main 459 laga Barca dan juara 6 La Liga bareng Messi, bicara blak-blakan di El Larguero. Saat ditanya Yamal sebagai “next Messi”, ia jawab sambil tertawa: “Kalian mau headline ya? Yamal luar biasa, tapi ada juga Frenkie de Jong, Pedri, Gavi—mereka semua top. Bandingkan Yamal dengan Messi? Tak mungkin. Messi tak punya rival menurut saya.” Alba, 36 tahun kini, kenal Messi dari 2012-2023, saat duo MSN (Messi-Suarez-Neymar) hancurkan Eropa. Ia bilang Messi “unik”, tak bisa disamakan karena konsistensi dan dampaknya—8 Ballon d’Or, 778 gol Barca, dan trofi UCL 2015.

Alba juga sebut tim Flick lagi bangun generasi emas: Yamal penting, tapi bukan satu-satunya. “Ini soal kelompok, bukan individu,” katanya. Pernyataan ini viral di X, dengan ribuan repost dari fans Barca yang setuju: “Alba benar, biar Yamal jadi Yamal aja.” Ini juga kontras dengan ekspektasi fans yang langsung label Yamal “Messi 2.0” setelah gol hat-trick Raphinha dibantu Yamal di UCL Oktober 2025.

Dampak Pernyataan Alba bagi Lamine Yamal dan Barca

Ucapan Alba datang di momen krusial: Barca lagi puncak klasemen La Liga dengan 28 poin dari 12 laga, dan Yamal kontrak baru sampai 2031 senilai €1 miliar klausul rilis. Tapi tekanan bandingan Messi bisa jadi beban—Yamal pernah cerita di The Athletic April 2025, “Saya cuma mau main bahagia, bukan hidup di bayang Messi.” Alba, sebagai teman dekat Messi, paham itu: ia sendiri pernah bilang Oktober 2024, “Beri Yamal waktu, jangan bandingkan dengan siapa pun.” Pernyataan ini bantu lindungi Yamal dari burnout, mirip kasus Ansu Fati yang terlalu dulu dibesar-besarkan.

Buat Barca, ini sinyal positif: fokus tim, bukan bintang tunggal. Flick puji Yamal di konferensi 20 November: “Dia spesial, tapi kami tim.” Dampaknya? Saham Yamal naik—ia finis runner-up Ballon d’Or 2025 di belakang Dembélé, dan prediksi Forbes: nilai pasarnya €150 juta akhir tahun. Alba juga bercanda soal Messi kunjungi Camp Nou diam-diam pekan lalu: “Dia punya kunci stadion, normal lah.” Ini ringankan suasana, tapi pesan utamanya jelas: hormati masa lalu, tapi biar masa depan Yamal cerah sendiri.

Kesimpulan Messi dan Lamine Yamal

Jordi Alba tak cuma bilang Yamal tak bisa dibandingkan dengan Messi; ia ingatkan sepak bola soal evolusi, bukan replika. Di 2025, saat Barca bangun ulang pasca-era Xavi, pernyataan ini jadi pengingat bijak: Yamal punya bakat langka, tapi Messi adalah satu-satunya. Buat fans, ini undangan nikmati perjalanan Yamal tanpa beban—mungkin suatu hari ia ciptakan legenda sendiri. Di akhir musim yang panjang, Alba tunjukkan kenapa ia legenda: bukan cuma main bagus, tapi bicara yang tepat waktu. Yamal, teruslah berlari—dunia nunggu ceritamu, bukan bayang Messi.

Baca Selengkapnya Hanya di…

Post Comment